• Home
  • About
  • Contact
  • Portfolio
  • Secret!

Nunik Utami

Menulis adalah Merekam Jejak untuk Anak Cucu

  • Artikel
    • Beauty
    • Events
    • Fashion
    • Healthy
    • Tips
  • Finance
  • Parenting
  • Review
    • Book
    • Food
    • Film
    • Hotel
    • Place
    • Product
  • Travel
    • Indonesia
    • Malaysia
    • Thailand
    • Singapore
  • Working
    • Writer
    • Editor
    • Blogger
    • Trainer
  • Story
    • Cerpen
    • Dongeng
  • Savana Hijab
    • Hijab Tutorial
  • Dewangga Publisher
You are here: Home / Culinary / Nasi Balap Puyung Inaq Esun

Nasi Balap Puyung Inaq Esun

December 27, 2015 Nunik Utami 7 Comments

Nama menu dan nama kedainya sama-sama unik. Nasi balap puyung adalah makanan khas Suku Sasak, Lombok. Dan, Inaq Esun adalah nama orang yang pertama kali menjual makanan ini. Hingga kini nama kedai Inaq Esun begitu terkenal. Padahal kedainya sederhana, lho. Nasi balap puyung juga kuliner yang sederhana. Makanan ini berupa nasi dengan lauk berupa ayam yang disuwir-suwir ditambah taburan kacang kedelai, abon, udang kering, dan belut goreng. Meskipun sederhana, bumbunya sangat enak. Seperti makanan khas Lombok lainnya, nasi balap ini juga dominan rasa pedas. Ciri khas lainnya adalah nasinya dibungkus menggunakan daun pisang.

Inaq berarti ibu. Inak Esun atau Ibu Esun awalnya menjual nasi balap dengan cara berkeliling kampung dengan menggunakan bakul. Disebut puyung karena Inaq Esun menjualnya di Desa Puyung, Lombok Tengah. Karena kelezatannya, nasi ini disukai masyarakat. Lama kelamaan Nasi Balap Puyung dikenal secara luas. Pada akhirnya Inaq Esun memiliki kedai khusus untuk menjual nasi balapnya.

Saat berangkat ke Lombok, saya lupa ada Nasi Balap Puyung Inaq Esun. Kedai ini juga nggak masuk dalam daftar tempat yang akan saya kunjungi selama di Lombok. Padahal saya sudah lama membaca berita tentang kelezatan makanan ini. Tapi sepulang dari main di pantai, driver yang mengantar kami tidak sengaja melewati kedai ini. Saya pun langsung ingat lagi dengan nasi balap. Saya juga merasa bersyukur  karena tempat ini batal terlewat. Cihuuyy!

Menu utama di kedai ini tentu saja nasi balap. Menunya memang nggak banyak pilihan. Tapi ada menu balungan. Balungan ini sup tulang sapi. Jadi kalau makan nasi balap, pas banget dipadukan dengan segarnya sup balungan. Saat saya datang, kedai sedang tidak terlalu ramai. Saya pun bisa lebih santai menikmati makanan ini. Oh ya, nama “balap” diberikan karena pada saat menyantap nasi ini, kita cenderung akan cepat-cepat menghabiskannya karena rasanya yang pedas. Mungkin kesannya makannya  jadi balap-balapan, ya.

11

12

13

14

15

Selain rasa pedas yang mantap, kelebihan utama dari Nasi Balap Puyung ini adalah menggunakan bumbu-bumbu tradisional khas Lombok dan ditambah bawang putih serta terasi yang semakin membuat makanan ini terasa sedap. Bumbu dan sambalnya juga digoreng menggunakan minyak kelapa, sehingga lebih harum dan gurih. Hmmm … sedap banget!

Meskipun kedainya terkesan sederhana dan menu disajikan dalam piring dan gelas yang juga sederhana, kelezatan makanannya benar-benar menjadi daya tarik. Dalam sehari, Nasi Balap Puyung  terjual hingga 700 porsi. Tidak heran jika omzetnya bisa mencapai Rp15juta per hari.

Kini, Inaq Esun sudah berusia 70-an. Perempuan ini sukses membuat Lombok memiliki satu lagi menu kuliner yang unik dan mantap. Kedai Nasi Balap Puyung saat ini dikelola oleh anaknya, yaitu Hj. Syarifah. Kedai ini hanya ada dua cabang, yaitu di Jl. Sriwijaya, Mataram dan di daerah Senggigi.

Kalau kamu ke Lombok sempatkan mampir ke kedai ini. Kamu akan menemukan makanan sederhana yang rasanya patut diperhitungkan di jagat kuliner Indonesia. Harganya juga murah, yaitu Rp10rb per porsi untuk nasi balap.

Kamu kapan mau coba makan di sana?

Culinary, Food, Review

About Nunik Utami

Penulis, Editor, Trainer Penulisan, Mommy.

Comments

  1. Okti says

    December 30, 2015 at 21:07

    Goreng belutnya mana?
    Hanya itu yang saya suka 😁
    Ini aja baru pulang ngobor (istilah Sunda mencari belut malam hari di sawah) nih…

    Reply
    • Nunik Utami says

      December 30, 2015 at 21:32

      Udah dicampur, Mbak. Jadi nggak kelihatan panjang-panjang. Hahahha

      Reply
  2. Enny Law says

    December 30, 2015 at 21:27

    wah kayaknya enak tuh jd kepengen

    Reply
  3. kurnia amelia says

    December 30, 2015 at 22:51

    Woww..omset yang cukup besar,,tapi sepertinya enak banget nasinya.

    Reply
    • Nunik Utami says

      December 31, 2015 at 07:36

      Enak banget. Pedas-pedas gurih gitu ^^

      Reply
  4. Ngawi dian says

    January 20, 2016 at 05:06

    wahh.. gede banget omsetnya hingga 15 juta…

    Reply
    • Nunik Utami says

      January 21, 2016 at 20:52

      Iya, nggak nyangka 🙂

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search Here

Welcome

Penulis, Editor, Trainer Penulisan, Mommy. More…

  • Email
  • Facebook
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter

Archive

Follow Instagram @nunikutami

Part of

 Blogger Perempuan
PRchecker.info

Lets Eat

Tag

batik bayi tabung belanja online bisnis bitcoin blog budaya buku cerpen crypto entrepreneur fashion film financial planner finansial gadget hijab hotel indonesia investasi jalan-jalan jawa tengah jilbab kerudung kesehatan keuangan kosmetik kripto kuliner lombok makanan enak menerbitkan buku menulis buku mobil musik otomotif parenting pashmina penulis properti seni teknologi traveling UMKM voucher diskon

Posting Terbaru

  • Kisah dari Satu Dekade Lampau
  • 7 Manfaat Game Kuliner bagi Anak-anak dan Tips Bermain yang Sehat
  • Tips Agar Tidak Asal Membeli Kosmetik Sebagai Produk Kesehatan dan Kecantikan
  • Tips Merawat dan Membersihkan AC Split Agar Awet dan Tetap Sejuk
  • Indonesia Humanitarian Summit (IHITS), Ruang Refleksi Filantropi untuk Dampak Berkelanjutan

Komentar Terbaru

  • Nunik Utami on Komik “Maher Zain – Cinta dari Timur” (Sahabat Ufuk, 2012)
  • Syarifah Nadia on Komik “Maher Zain – Cinta dari Timur” (Sahabat Ufuk, 2012)
  • April Hamsa on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Novitania on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Ninin Rahayu Sari on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
Copyright © 2026 Nunik Utami · Part of Blogger Perempuan. built on the Genesis