Alun-Alun Malang yang Asyik Dikunjungi
Alun-alun Malang di malam hari.

Alun-Alun Malang yang Asyik Dikunjungi

Malang adalah salah satu daerah tujuan wisata yang indah. Kota di Jawa Timur ini memiliki banyak tempat yang wajib dikunjungi, yang keindahannya tak kahal dengan tempat-tempat wisata Indonesia lainnya. Kali ini, saya akan menunjukkan dua alun-alun Malang yang terkenal, dan sayang jika dilewatkan.

Pergi ke Kota Apel ini memang membawa kesenangan tersendiri. Apalagi di sana banyak penginapan, mulai dari penginapan biasa sampai yang mewah, dengan rate yang sesuai. Bahkan, beberapa penginapan memberikan promo dengan biaya yang dapat memangkas budget perjalanan. Biasanya saya mencari informasi hotel dan rate-nya di Traveloka.

Bangunan khas yang ada di hampir semua kota di Pulau Jawa adalah alun-alun. Di Malang, ada dua alun-alun besar dan terkenal yang wajib dikunjungi. Alun-alun apa saja? Simak, yuk!

Alun-Alun Bundar

Diberi nama seperti ini karena bentuknya yang bundar. Banyak orang yang juga menyebutnya dengan Alun-Alun Tugu. Alun-alun Bundar Malang ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dahulu, tempat ini adalah taman milik Gubernur Hindia Belanda yang berkuasa di Malang pada zaman kolonial, yaitu J.P. Zoen Coen. Sebuah nama yang sudah saya kenal sejak SD, karena kerap muncul di buku pelajaran Sejarah.

Kini, Alun-Alun Bundar menjadi tempat wisata yang murah dan mengasikkan. Taman dan pohon trembesi yang terawat, membuat tempat ini sejuk, asri, dan nyaman. Setiap pagi dan sore banyak orang datang ke sini untuk menghirup udara segar.

Setiap akhir minggu, suasana semakin ramai. Kaum muda, tua, dan anak-anak, melakukan berbagai aktivitas di sini, seperti jalan kaki atau senam. Jika ada acara, tempat ini semakin ramai pengunjung. Tempat paling cantik di sini yaitu kolam yang terdapat bunga-bunga teratai. Saking cantiknya, sering dimanfaatkan untuk foto pre wedding. Ada yang ingin foto pre-wed di sini?

Sebenarnya, taman ini pernah dihancurkan oleh pemerintah Belanda. Entah apa alasannya. Namun, tempat ini ditata lagi dan dipercantik, hingga akhirnya diresmikan oleh Presiden Soekarno, pada 20 Mei 1953. Satu hal yang tidak pernah berubah dari alun-alun ini yaitu tetap menjadi tempat favorit warga sekitar untuk bersantai sejenak.

Awalnya, taman ini milij J.P. Zoen Coen, Gubernur Jenderal Belanda yang bertugas di Malang.
Awalnya, taman ini milij J.P. Zoen Coen, Gubernur Jenderal Belanda yang bertugas di Malang.
Alun-alun Malang di malam hari.
Alun-alun Malang di malam hari.
Peresmian Alun-Alun Malang oleh Presiden Soekarno, 1953.
Peresmian Alun-Alun Malang oleh Presiden Soekarno, 1953.

Alun-Alun Jami’

Disebut seperti ini karena letaknya tepat di depan Masjid Jami’ Malang.  Juga disebut Alun-Alun Kota. Tempat ini tak kalah ramai dengan Alun-Alun Bundar, dan sama-sama menjadi tempat favorit untuk bersantai.

Orang-orang yang datang ke sini bukan hanya warga sekitar, tapi juga para jamaah yang shalat di Masjid Jami dan wisatawan yang sengaja datang untuk menikmati keindahannya. Yang lebih asyik, di sekitar alun-alun kita bisa menyantap aneka kuliner khas Malang, seperti Bakso Malang.

Kolam air dan hiasan air mancur juga menambah daya tarik tempat yang merupakan salah satu landmark Kota Malang ini. Tak hanya itu. Pusat perbelanjaan dan fasilitas umum yang ada di sekitar tempat ini pun semakin membuat alun-alun ini seperti tak pernah sepi pengunjung.

Alun-alun Kota Malang dengan latar belakang Masjid Jami'
Alun-alun Kota Malang dengan latar belakang Masjid Jami’

Sumber foto:

mediacenter.malangkota.go.id
b2stdujun.student.umm.ac.id
fis.um.ac.id

halomalang.com

blog.ub.ac.id

15 Comments

  1. jadi kangen Malang,dulu kuliah dan ngajar 2 tahun di malang. sering nongrong di alun2 dan masjid jami’ sama teman2^^
    salam kenal mak 😀

  2. alhamdulillah minggu lalu sempat pulkam dan mampir sebentar ke alun-alun malang,
    iya bener, tambah cakep
    sayang pas datang kolam air mancurnya pas lagi nggak ada airnya
    -salam blogger- 🙂

  3. Alun-alun di Jawa Timur sekarang rata-rata gemerlap ya, pernah sih kemaren pas ke Jawa Timur semper jalan-jalan ke Ponorogo sama Madiun, ya mirip lah gemerlapnya kayak alun-alun Malang. Kalau alun-alun jawa tengah masih belum semeriah Jawa Timur deh, jadi mupeng pengen kesana lagi.

  4. alun alun selalu jadi tempat yang asyik dimananpun, termasuk di malang, sayang kmren cuma lewat aja pas lg di surabaya, ga sempet coba main

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *