• Home
  • About
  • Contact
  • Portfolio
  • Secret!

Nunik Utami

Menulis adalah Merekam Jejak untuk Anak Cucu

  • Artikel
    • Beauty
    • Events
    • Fashion
    • Healthy
    • Tips
  • Finance
  • Parenting
  • Review
    • Book
    • Food
    • Film
    • Hotel
    • Place
    • Product
  • Travel
    • Indonesia
    • Malaysia
    • Thailand
    • Singapore
  • Working
    • Writer
    • Editor
    • Blogger
    • Trainer
  • Story
    • Cerpen
    • Dongeng
  • Savana Hijab
    • Hijab Tutorial
  • Dewangga Publisher
You are here: Home / Artikel / Dufan Sudah Buka dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Dufan Sudah Buka dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

November 17, 2020 Nunik Utami Leave a Comment

Saat merasa sumpek banget karena efek pandemi, boleh lah sesekali refreshing. Dunia Fantasi (Dufan) bisa jadi pilihan. Tempat rekreasi ini sudah buka kembali, tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Begitu masuk Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), sudah ada penerapan protokol kesehatan. Semua orang yang masuk harus dicek suhu tubuhnya. Jika suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat celcius nggak boleh masuk kawasan TIJA. Selain itu, sistem pembelian tiket pun diberlakukan secara online. Jadi kita harus beli tiket sebelum datang. Lalu, tiket didaftarkan terlebih dahulu, melaporkan tanggal kedatangan. Di sini sudah jelas banget untuk meminimalkan sentuhan langsung.

Lansia dan Anak di Bawah 15 Tahun Belum Boleh Masuk Dufan

Pengunjung Dufan masih dibatasi. Lebih tepatnya, pengunjung Ancol. Saat ini Ancol (dan Dufan) hanya boleh dikunjungi oleh pengunjung yang memiliki KTP DKI Jakarta atau KTP luar DKI tapi tinggal di Jabodetabek. Lansia, anak di bawah usia 15 tahun, dan orang-orang yang sedang mengalami demam, batuk, serta gejala flu lainnya, belum boleh berkunjung.

Wajib Cuci Tangan dan Pakai Hand Sanitizer

Saat masuk Dufan, ada wastafel. Cuci tangan dulu deh, di sini. Selain itu, ada hand sanitizer di mana-mana. Lalu, setiap naik ke wahana, wajib pakai hand sanitizer juga. Petugasnya akan nyodorin hand sanitizer, jadi meskipun kita baru saja pakai, ya harus pakai lagi. Benar-benar ketat, deh.

Semua wahana juga disemprot disinfektan, setiap habis selesai permainan. Jadi kita nggak khawatir meskipun duduk di tempat yang habis ditempati orang lain.

Antre dengan Jarak Tertentu

Jangan membayangkan antrean Dufan yang mengular dan orangnya baris dempet-dempet, ya. Di masa kenormalan baru ini, Dufan menerapkan jaga jarak. Semua pengunjung harus antre menurut garis yang sudah dibuat. Nggak ada lagi deh, pemandangan antrean yang berjubel.

Di semua area Dufan juga sudah diberi tanda tertentu. Misalnya, di tempat duduk, ada yang tidak boleh diduduki. Sudah diberi tanda silang. Di masjid, tempat wudhunya juga ada bagian yang diberi tanda silang, tanda kita nggak boleh wudhu di situ. Di kedai makanan juga diterapkan jaga jarak yang sama dengan area lain di Dufan.

Semua Wahana Hanya Boleh Diisi 25 Persen Pengunjung

Beberapa bulan lalu, wahana di Dufan hanya boleh diisi sebanyak 50 persen pengunjung. Sekarang, semua  hanya boleh diisi 25 persen pengunjung. Misalnya nih, Istana Boneka. Biasanya di dalam satu perahu, setiap barisnya boleh diisi dua pengunjung. Sekarang, satu baris hanya boleh diisi satu orang. Lalu, baris di belakangnya, pengunjung nggak boleh duduk berderet. Harus selang seling.

Saya dan Mas Rexy senang banget naik Bumper Car di area Dunia Kartun. Di sini antrenya dikasih jarak sekitar satu meter. Jauh-jauh banget. Beda banget dengan kondisi Dufan sebelum pandemi. Kalau ada pengunjung yang bergerombol sedikit aja, langsung ditegur. Jadi memang tertib banget.

Wahana Baru Kereta Misteri

Di Dufan ada wahana baru, nih. Namanya Kereta Misteri. Tadinya saya kira kita akan ditakut-takutin oleh hantu-hantuan. Ternyata, keretanya berua roller coaster, mirip Halilintar. Bedanya, Kereta Misteri ada di dalam ruangan, jadi terasa dingin dan sangat gelap sampai saya nggak tahu ada apa di dalam ruangan ini.

Jadi, kalau mulai suntuk, ayo, ke Dufan! Jangan lupa, terus terapkan protokol kesehatan.

Artikel, Place, Review

About Nunik Utami

Penulis, Editor, Trainer Penulisan, Mommy.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search Here

Welcome

Penulis, Editor, Trainer Penulisan, Mommy. More…

  • Email
  • Facebook
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter

Archive

Follow Instagram @nunikutami

Part of

 Blogger Perempuan
PRchecker.info

Lets Eat

Tag

batik bayi tabung belanja online bisnis bitcoin blog budaya buku cerpen crypto entrepreneur fashion film financial planner finansial gadget hijab hotel indonesia investasi jalan-jalan jawa tengah jilbab kerudung kesehatan keuangan kosmetik kripto kuliner lombok makanan enak menerbitkan buku menulis buku mobil musik otomotif parenting pashmina penulis properti seni teknologi traveling UMKM voucher diskon

Posting Terbaru

  • Indonesia Humanitarian Summit (IHITS), Ruang Refleksi Filantropi untuk Dampak Berkelanjutan
  • Agenda Liburan Penuh Ceria di Ancol: Dari Konser Dewa 19 hingga Pesta Kembang Api Terbesar, Ini Acara Seru di Akhir Tahun yang Tak Boleh Dilewatkan
  • The Flag Coffee, Coffee Shop Sekaligus Coworking Space dan Meeting Room di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi
  • Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Piala Adhi Praya, Setahun Langkah, Seribu Harapan Pemerintahan Prabowo-Gibran

Komentar Terbaru

  • Nunik Utami on Komik “Maher Zain – Cinta dari Timur” (Sahabat Ufuk, 2012)
  • Syarifah Nadia on Komik “Maher Zain – Cinta dari Timur” (Sahabat Ufuk, 2012)
  • April Hamsa on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Novitania on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Ninin Rahayu Sari on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
Copyright © 2026 Nunik Utami · Part of Blogger Perempuan. built on the Genesis