• Home
  • About
  • Contact
  • Portfolio
  • Secret!

Nunik Utami

Menulis adalah Merekam Jejak untuk Anak Cucu

  • Artikel
    • Beauty
    • Events
    • Fashion
    • Healthy
    • Tips
  • Finance
  • Parenting
  • Review
    • Book
    • Food
    • Film
    • Hotel
    • Place
    • Product
  • Travel
    • Indonesia
    • Malaysia
    • Thailand
    • Singapore
  • Working
    • Writer
    • Editor
    • Blogger
    • Trainer
  • Story
    • Cerpen
    • Dongeng
  • Savana Hijab
    • Hijab Tutorial
  • Dewangga Publisher
You are here: Home / Review / Place / Budidaya Jamur Tiram di Puncak, Jawa Barat

Budidaya Jamur Tiram di Puncak, Jawa Barat

August 24, 2015 Nunik Utami 4 Comments

Sebenarnya, saya sudah beberapa kali menginap di villa ini. Tapi, baru kali ini tahu bahwa di depan villa adalah tempat budidaya jamur tiram.

Lokasinya di Cisarua, Puncak, Jawa Barat. Kalau kamu berada di Cisarua, jalan ke arah Puncak, tepat di depan gerai fast food KFC, di depannya ada jalan masuk. Nah, kira-kira 100 meter dari situlah budidaya jamur ini berada.

Dari luar tidak terlihat bahwa area besar ini adalah tempat budidaya jamur. Saya kira hanya rumah biasa. Tapi, di halaman samping rumah itu ada bangunan tertutup. Di dalamnya, jamur-jamur tiram berkembangbiak, dan dipanen secara rutin untuk memenuhi permintaan pasar.

Namanya juga tempat perkembangbiakan jamur. Ruangannya dibuat gelap dan lembap. Sebab, di situlah habitat jamur. Di dalam ruangan gelap itu terdapat rak-rak besar. Isinya adalah serpihan-serpihan serbuk gergaji yang ditempatkan ke dalam plastik. Ukuran plastik itu kecil-kecil. Fungsinya sebagai tempat tumbuhnya jamur.

Jamur tiram yang ada di sini terdiri atas dua jenis, yaitu yang putih dan merah muda. Yang warna putih harganya Rp10.000/kg dan yang merah muda sedikit lebih mahal.

Saya senang mengamati jamur-jamur yang masih menempel di plastik serbuk kayu. Unik banget. Kelihatannya media tumbuhnya sangat sederhana. Jamur-jamur itu pun tampak mudah tumbuh.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Menelusuri lorong-lorong di antara rak-rak jamur ini menjadi keasyikan tersendiri. Maklum, saya belum pernah menemukan tempat seperti ini di Jakarta. Rasanya juga tak mungkin ada tempat budidaya jamur tiram di Jakarta, sebab jamur hanya bisa tumbuh di daerah yang dingin.

Menurut petaninya, jamur mulai tumbuh di media serbuk setelah satu minggu. Jamur akan tumbuh kecil-kecil, menempel di media. Ada yang tumbuh berkelompok, ada juga yang tumbuh satu-satu. Dalam dua minggu, jamur sudah mulai ada yang siap panen.

Saya senang banget melihat jamur yang sudah siap panen. Bentuk jamur itu lebar dengan daging yang kenyal dan tebal. Jamur dapat digunakan sebagai campuran sayur, atau sebagai camilan. Ya, saya sering melihat jamur yang sudah diolah dengan cara digoreng menggunakan tepung. Orang-orang menyebutnya dengan jamur crispy. Mungkin nama ini dipilih karena ketika dimakan, jamur terasa renyah.

Puas melihat-lihat tempat budidaya ini, saya ke depan. Di sana, beberapa ibu sedang menempatkan jamur-jamur yang sudah dipanen, ke dalam keranjang. Di sini, kita bisa membeli langsung jamur-jamur yang baru selesai dipanen.

Place, Review

About Nunik Utami

Penulis, Editor, Trainer Penulisan, Mommy.

Comments

  1. alex wardana says

    November 20, 2015 at 12:44

    saya tertarik dengan budidaya jamur bisa ga saya kunjungi ladang jamur nya

    Reply
    • Nunik Utami says

      November 21, 2015 at 13:18

      Bisa, Mas. Di Cisarua Puncak. Si belakang gerai KFC.

      Reply
  2. Ibu Venny says

    August 10, 2024 at 08:46

    Klu mau kunjungan ajak komunitas kesana apakah hrs janjian dulu. Bila iya ada no kontak person nya gak

    Reply
    • Nunik Utami says

      September 9, 2024 at 14:29

      Coba dicari di google ya, Ibu. Soalnya ini sudah lama banget. Saya sudah nggak punya kontaknya dan nggak pernah ke sana lagi.

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search Here

Welcome

Penulis, Editor, Trainer Penulisan, Mommy. More…

  • Email
  • Facebook
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter

Archive

Follow Instagram @nunikutami

Part of

 Blogger Perempuan
PRchecker.info

Lets Eat

Tag

batik bayi tabung belanja online bisnis bitcoin blog budaya buku cerpen crypto entrepreneur fashion film financial planner finansial gadget hijab hotel indonesia investasi jalan-jalan jawa tengah jilbab kerudung kesehatan keuangan kosmetik kripto kuliner lombok makanan enak menerbitkan buku menulis buku mobil musik otomotif parenting pashmina penulis properti seni teknologi traveling UMKM voucher diskon

Posting Terbaru

  • Siapkan Kendaraan Versi Terbaikmu dengan Semangat Kurbanival Dompet Dhuafa 2026
  • Kisah dari Satu Dekade Lampau
  • 7 Manfaat Game Kuliner bagi Anak-anak dan Tips Bermain yang Sehat
  • Tips Agar Tidak Asal Membeli Kosmetik Sebagai Produk Kesehatan dan Kecantikan
  • Tips Merawat dan Membersihkan AC Split Agar Awet dan Tetap Sejuk

Komentar Terbaru

  • Nunik Utami on Komik “Maher Zain – Cinta dari Timur” (Sahabat Ufuk, 2012)
  • Syarifah Nadia on Komik “Maher Zain – Cinta dari Timur” (Sahabat Ufuk, 2012)
  • April Hamsa on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Novitania on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Ninin Rahayu Sari on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
Copyright © 2026 Nunik Utami · Part of Blogger Perempuan. built on the Genesis