Sabtu sore, 2 Mei 2026, kawasan Cibis Park, Cilandak, menjadi semarak. Dompet Dhuafa sedang mengadakan peluncuran program kurban tahunan yang dikemas dengan cara berbeda. Iring-iringan kendaraan roda dua seperti motor gede (moge) dan sepeda onthel, mengitari area parkir, diikuti sesi wicara yang hangat, dan diakhiri pembagian doorprize yang membuat pengunjung senang.

Di tengah kemeriahan itu, Dompet Dhuafa secara resmi meluncurkan “The Kurban Series 1447 H” dengan tema besar “Siapkan Kendaraan Terbaik Versimu”. Acara ini menjadi penanda dimulainya gerakan kurban tahun 2026 yang menjanjikan dampak lebih besar, melintasi batas geografis, serta menyentuh pelosok negeri hingga jantung wilayah konflik dunia.
Pawai Kendaraan dan Seremonial Pembukaan Simbolisasi “Kendaraan Menuju Akhirat”
Dompet Dhuafa sengaja menghadirkan konsep berbeda. Ratusan peserta dari berbagai komunitas otomotif, termasuk komunitas sepeda onthel Setu Babakan (Oseba), memadati area Cibis Park dalam sebuah pawai kendaraan. Pawai ini menjadi simbolisasi dari tema “Siapkan Kendaraan Terbaik Versimu”. Kendaraan dimaknai sebagai amal yang akan mengantarkan manusia menuju kebahagiaan akhirat.



Kehadiran publik figur turut menyemarakkan acara. Komedian legendaris Indro Warkop dan motovloger Elang MV hadir memeriahkan iring-iringan, disambut antusias warga yang memadati lokasi . Di atas panggung, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDDR), Ahmad Juwaini, menyampaikan sambutan yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi. Ahmad Juwaini mengajak kolaborasi kepada semua pihak, mulai dari donatur, perusahaan, lembaga keuangan, peternak, hingga jasa kurir dan e-commerce. Seremonial ini menjadi titik tolak bahwa kurban pada era modern tidak lagi dikelola secara tradisional, tetapi dengan pendekatan profesional dan kolektif.
Inovasi Program The Kurban Series 1447 H
Tahun ini, Dompet Dhuafa menghadirkan sejumlah terobosan yang menjawab kebutuhan masyarakat yang beragam. Yang paling mencolok adalah layanan perdana Kurban Unta. Selama ini, umat Islam Indonesia terbiasa dengan kurban sapi dan kambing. Namun, mulai tahun 2026, Dompet Dhuafa membuka opsi untuk berkurban unta, meskipun untuk tahap awal pelaksanaannya dilakukan di luar negeri, khususnya Timur Tengah dan Afrika. Satu ekor unta dihargai Rp11.990.000 dan tersedia dalam jumlah terbatas .

Tak hanya itu, hadir pula Kurban Express atau layanan jual langsung. Program ini dirancang khusus bagi masyarakat Jabodetabek yang ingin mendapatkan daging kurban segar langsung, tanpa menunggu proses distribusi yang lebih panjang. Inovasi lainnya adalah pengembangan program Tebar Hewan Kurban (THK) reguler yang mencakup 48 mitra peternak dan akan didistribusikan ke 788 desa di 21 provinsi. Ali Bastoni, Ketua Kurban Dompet Dhuafa 2026, menjelaskan bahwa variasi pilihan ini bertujuan agar masyarakat memiliki fleksibilitas sesuai kemampuan dan kebutuhannya masing-masing.
Target Dua Juta Penerima Manfaat hingga Tujuh Negara
Di balik kemeriahan panggung dan pawai, Dompet Dhuafa memasang target yang tidak main-main. Tahun 2026 ini, mereka menargetkan dua juta penerima manfaat dari program Tebar Hewan Kurban . Jangkauannya mencakup 102 kabupaten/kota dan 788 desa di seluruh Indonesia, melibatkan 48 mitra peternak lokal serta tiga mitra global.


Hal yang paling menonjol dari target tahun ini adalah jangkauan kemanusiaan internasionalnya. Dompet Dhuafa akan menyalurkan kurban hingga ke tujuh negara, seperti Myanmar, Somalia, Palestina, Suriah, Lebanon, Jordania, dan Sudan. Negara-negara ini dipilih karena sedang dilanda konflik dan krisis kemanusiaan akut. Ahmad Juwaini mengungkapkan sisi emosional dari misi ini. Kurban bisa menjadi kebahagiaan yang telah lama dirindukan oleh saudara-saudara kita yang sedang berada dalam situasi konflik. Misi kurban yang dihadirkan oleh Dompet Dhuafa, selain tentang daging, juga tentang rasa peduli serta hangatnya persaudaraan yang melintasi batas negara.
Jaminan Kualitas dan Transparansi dengan Sistem Lima Pasti
Salah satu kekhawatiran terbesar masyarakat saat berkurban jarak jauh adalah soal jaminan kualitas dan ketepatan sasaran. Dompet Dhuafa menjawab keresahan ini dengan mengedepankan prinsip “5 Pasti”, yaitu pasti sesuai syariat, pasti Jantan, pasti lolos quality control (QC), pasti didistribusikan hingga pelosok negeri, dan pasti memberikan laporan cepat.

Secara teknis, Dompet Dhuafa menerapkan quality control (QC) dengan parameter utama, yaitu bobot hewan sesuai standar, kesehatan fisik prima, usia sesuai syariat, proses pemotongan higienis, serta distribusi tepat sasaran. Sistem survei atau asesmen juga dilakukan untuk memastikan daerah-daerah penerima adalah yang paling membutuhkan.
Pengakuan datang dari Indro Warkop yang telah menjadi donatur kurban Dompet Dhuafa sejak 2015. Di hadapan publik, pelawak ini menceritakan pengalamannya. Kadang ada kekhawatiran, ini kurban apa benar untuk kaum dhuafa? Nah, keuntungan di Dompet Dhuafa ini, mereka sudah survei, mana tempat yang lebih tepat sasaran. Indro bahkan pernah berkurban hingga ke Myanmar melalui Dompet Dhuafa dan menerima laporan yang jelas, lengkap dengan dokumentasi .
Dampak Perekonomian bagi Peternak Lokal dan Daerah Terpencil
Program kurban Dompet Dhuafa tidak berhenti pada ritual tahunan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Di sisi hulu, Dompet Dhuafa bermitra dengan 48 kelompok peternak lokal yang tersebar di berbagai daerah. Ali Bastoni menegaskan bahwa Dompet Dhuafa ingin memberikan nilai tambah bagi para peternak lokal.
Di sisi hilir, distribusi difokuskan pada wilayah-wilayah yang sulit dijangkau pasokan daging, terutama di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Dengan kata lain, daging kurban tidak menumpuk di kota-kota besar yang relatif mudah mengakses protein hewani, melainkan didorong hingga ke desa-desa yang selama ini kekurangan gizi. Pendekatan “dari hulu ke hilir” ini mencerminkan pemahaman bahwa ibadah kurban bisa menjadi solusi atas kesenjangan pangan sekaligus ketimpangan ekonomi.

Gelaran Kurbanival 2026 di Cibis Park sekaligus menyatakan bahwa pengelolaan kurban pada era modern harus bergerak cepat, inovatif, dan berdampak luas. Dengan tema “Siapkan Kendaraan Terbaik Versimu”, Dompet Dhuafa mengajak umat Islam untuk memastikan hewan kurban menjadi kendaraan amal yang melintasi batas, 2 juta jiwa di 102 kota hingga 7 negara konflik. Terlebih, dalam melaksanakan kurban selama tiga dekade, Dompet Dhuafa tetap menjaga tiga hal, yaitu amanah, transparansi, dan kebermanfaatan.






Leave a Reply