• Home
  • About
  • Contact
  • Portfolio
  • Secret!

Nunik Utami

Menulis adalah Merekam Jejak untuk Anak Cucu

  • Artikel
    • Beauty
    • Events
    • Fashion
    • Healthy
    • Tips
  • Finance
  • Parenting
  • Review
    • Book
    • Food
    • Film
    • Hotel
    • Place
    • Product
  • Travel
    • Indonesia
    • Malaysia
    • Thailand
    • Singapore
  • Working
    • Writer
    • Editor
    • Blogger
    • Trainer
  • Story
    • Cerpen
    • Dongeng
  • Savana Hijab
    • Hijab Tutorial
  • Dewangga Publisher
You are here: Home / tipsnulis / Strategi “Makan Bubur Panas”

Strategi “Makan Bubur Panas”

September 16, 2010 Nunik Utami Leave a Comment

Saya pernah baca artikel tentang sebuah strategi marketing dari salah satu operator. Saya lupa nama operatornya, tapi operator tersebut tergolong pendatang baru di dunia telekomunikasi.

Dalam artikel tersebut, bagian marketing operator itu menyebutkan, mereka menggunakan taktik “Makan Bubur Panas” sebaga strateginya. Maksudnya? Begini.

Karena tergolong pendatang baru, mereka nggak mungkin menembus pasaran begitu saja. Apalagi pasaran sudah terlanjur menggunakan operator tertentu yang sudah lebih dulu terkenal dan punya “power” (selain kualitasnya bagus). Karena itu, mereka memilih “bergerak” dari pinggir. Mereka mulai melakukan pemasaran di area “pinggiran” Jakarta, seperti Tangerang, Bekasi, dan “pinggir” Jakarta lainnya. Alasan mereka, daerah pinggir lebih bisa menerima pendatang baru. Setelah daerah pinggir dikuasai, baru mereka merambah ke daerah Jakarta, dan semakin bergerak ke tengah ibukota yang “panas”. Strategi inilah yang mereka sebut dengan Strategi “Makan Bubur Panas”. Bagian marketing operator tersebut menggunakan strategi seperti itu agar dapat merambah daerah “tengah” dan dapat diterima dengan baik.

Hihihi betul juga ya. Makan bubur kan nggak bisa langsung ke bagian tengah. Harus dari pinggir dulu biar nggak “terbakar”.

Saya senyum-senyum membaca artikel itu. Karena, dalam hal menulis, secara nggak sengaja saya juga menerapkan strategi seperti itu.

Dulu, waktu baru mulai nulis, saya ikut berbagai event menulis yang “kecil-kecil”. Kecil di sini maksudnya, yang persyaratannya nggak terlalu berat menurut saya. Misalnya, hanya diminta 3 halaman. Atau hanya berupa opini. Atau cerpen yang temanya nggak terlalu sulit bagi saya.

Seiring berjalannya waktu, saya “merambah” event nulis yang lebih berat baik dalam hal tema, mau pun dalam hal jumlah halaman. Lama-lama, saya mencoba peruntungan untuk memasukkan tulisan ke penerbit yang banyak diburu orang, banyak diminati orang, dan memiliki banyak penulis berkualitas tinggi, dengan (tentu saja) terus berhubungan dan  menjaga hubungan baik dengan penerbit sebelum-sebelumnya.

Grogi? Deg-degan? Keder? Minder? Pasti ada!

Tapi kalau nggak dicoba, bagaimana kita tahu? Iya, kan?

Dan, menurut saya, menggunakan strategi “Makan Bubur Panas” itu, selain menambah wawasan, menambah kenalan (yang kelak akan minta bantuan kita kalau mereka butuh penullis), kita juga bisa mengukur kemampuan kita dalam hal menulis. Sudah berkembang atau belum. Sudah lebih baik atau belum.

Dalam hal menulis, saya cocok menggunakan strategi ini, meskipun banyak juga penulis yang langsung bisa “bermain” di tempat “panas”.

Kalau kamu cocok, silahkan mencoba 🙂

tipsnulis

About Nunik Utami

Penulis, Editor, Trainer Penulisan, Mommy.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search Here

Welcome

Penulis, Editor, Trainer Penulisan, Mommy. More…

  • Email
  • Facebook
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter

Archive

Follow Instagram @nunikutami

Part of

 Blogger Perempuan
PRchecker.info

Lets Eat

Tag

batik bayi tabung belanja online bisnis bitcoin blog budaya buku cerpen crypto entrepreneur fashion film financial planner finansial gadget hijab hotel indonesia investasi jalan-jalan jawa tengah jilbab kerudung kesehatan keuangan kosmetik kripto kuliner lombok makanan enak menerbitkan buku menulis buku mobil musik otomotif parenting pashmina penulis properti seni teknologi traveling UMKM voucher diskon

Posting Terbaru

  • The Flag Coffee, Coffee Shop Sekaligus Coworking Space dan Meeting Room di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi
  • Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Piala Adhi Praya, Setahun Langkah, Seribu Harapan Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Inspirasi dari BSI Expo 2025 dalam Membangun Diri dan Mewujudkan Mimpi
  • Kisah dari Satu Dekade Lampau

Komentar Terbaru

  • April Hamsa on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Novitania on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Ninin Rahayu Sari on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Salman Faris on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Evi Fadliah on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
Copyright © 2025 Nunik Utami · Part of Blogger Perempuan. built on the Genesis