• Home
  • About
  • Contact
  • Portfolio
  • Secret!

Nunik Utami

Menulis adalah Merekam Jejak untuk Anak Cucu

  • Artikel
    • Beauty
    • Events
    • Fashion
    • Healthy
    • Tips
  • Finance
  • Parenting
  • Review
    • Book
    • Food
    • Film
    • Hotel
    • Place
    • Product
  • Travel
    • Indonesia
    • Malaysia
    • Thailand
    • Singapore
  • Working
    • Writer
    • Editor
    • Blogger
    • Trainer
  • Story
    • Cerpen
    • Dongeng
  • Savana Hijab
    • Hijab Tutorial
  • Dewangga Publisher
You are here: Home / Review / Food / Mencicipi Segarnya Tomato Florentine Soup

Mencicipi Segarnya Tomato Florentine Soup

July 27, 2015 Nunik Utami 2 Comments

Tiba-tiba, saya kangen tomato florentine soup.

Di suasana lebaran yang makanannya serbasantan begini, sup tomat itu seperti menawarkan kesegaran.

Saya kenal sup tomat ini saat bekerja di cafe. Salah satu menunya adalah tomato florentine soup.

Tomato Florentine Soup. Segaaarr .... Sumber gambar: dinner-momcom
Tomato Florentine Soup. Segaaarr ….
Sumber gambar: dinner-momcom

Dulu, saya sama sekali tidak suka tomat. Sayuran (yang sering dianggap sebagai buah) ini kesannya lembek dan rasanya jauh dari enak. Tapi, ketika sering berhadapan dengan tomato florentine soup, saya jadi memperhatikan tomat. Lama kelamaan, saya mulai minat mencoba makan tomat dan mencicipi sup ini.

Ternyata, rasanya segar. Tidak terlalu asam seperti yang saya kira sebelumnya.

Isi tomato florentine soup adalah pasta tomat, ditambah bayam dan pasta conchiglie (pasta yang bentuknya seperti kulit kerang). Yang disebut florentine ini ya ingredient bayamnya. Jadi, ciri khas sup ini, selain tomat, adalah bayamnya.

Saya suka kuah sup ini karena clear, bukan cream. Ketika dimakan, rasa gurih bercampur dengan rasa asam dari tomat. Jadi, lidah nggak merasa bosan karena yang ada hanya rasa segar.

Bahan utama sup ini adalah tomat. Sumber gambar: asyilacom
Bahan utama sup ini adalah tomat.
Sumber gambar: asyilacom

Sayangnya, sup ini kurang terkenal di Indonesia. Tomato florentine soup lebih terkenal di Eropa dan Amerika. Mungkin karena orang Indonesia belum terlalu suka sup yang isinya tomat melulu, ya.

Sebenarnya kita bisa membuat sendiri sup ini. Kelihatannya sih, prosesnya mudah. Hanya jus tomat, tomat segar, bayam, dan conchiglie. Bumbu-bumbu yang diperlukan yaitu lada, bawang putih, minyak zaitun, kaldu ayam, cuka, dan garam. Bisa ditambah keju, kalau suka.Tapi, saya belum pernah mencoba membuat sendiri.

Disebut florentine karena ada tambahan bayamnya.  Sumber gambar: anekatop10com
Disebut florentine karena ada tambahan bayamnya.
Sumber gambar: anekatop10com

Resep di luar negeri, sup ini ditambah white wine. Untungnya, di cafe tempat saya bekerja dulu, semua bahannya halal. Jadi, nggak menggunakan wine atau bahan-bahan lain yang tidak halal. Saya pun bisa mencobanya.

Sayangnya, cafe tempat saya bekerja itu sudah tidak mengambil sistem franchise dari Boston. Tentu saja sudah tidak menjual sup tomat ini. Saya pun belum pernah melihat ada restoran lain yang menjual tomato florentine soup.

Conchiglie, pasta yang selalu ada di Tomato Florentine Soup. Sumber gambar: dreamstimecom
Conchiglie, pasta yang selalu ada di Tomato Florentine Soup.
Sumber gambar: dreamstimecom

Jadi, kalau saya kangen, hanya bisa mengenang masa-masa “dekat”dengan sup ini, belasan tahun yang lalu. Satu-satunya jalan adalah membuatnya sendiri. Oh, mungkin juga mencarinya di supermarket. Siapa tahu ada yang dijual dalam bentuk instan.

Atau, ada yang ingin membuatkan untuk saya?

Food, Review bayam, conchiglie, pasta, sup tomat, tomat, tomato florentine soup

About Nunik Utami

Penulis, Editor, Trainer Penulisan, Mommy.

Comments

  1. evrinasp says

    July 28, 2015 at 06:46

    ini soup kelihatan sehat nih mbak, soalnya perpaduan tomat dan bayam, soupnya terlihat kental pula

    Reply
    • Nunik Utami says

      July 28, 2015 at 09:10

      Kapan-kapan nyoba bikin, yuk!

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search Here

Welcome

Penulis, Editor, Trainer Penulisan, Mommy. More…

  • Email
  • Facebook
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter

Archive

Follow Instagram @nunikutami

Part of

 Blogger Perempuan
PRchecker.info

Lets Eat

Tag

batik bayi tabung belanja online bisnis bitcoin blog budaya buku cerpen crypto entrepreneur fashion film financial planner finansial gadget hijab hotel indonesia investasi jalan-jalan jawa tengah jilbab kerudung kesehatan keuangan kosmetik kripto kuliner lombok makanan enak menerbitkan buku menulis buku mobil musik otomotif parenting pashmina penulis properti seni teknologi traveling UMKM voucher diskon

Posting Terbaru

  • Indonesia Humanitarian Summit (IHITS), Ruang Refleksi Filantropi untuk Dampak Berkelanjutan
  • Agenda Liburan Penuh Ceria di Ancol: Dari Konser Dewa 19 hingga Pesta Kembang Api Terbesar, Ini Acara Seru di Akhir Tahun yang Tak Boleh Dilewatkan
  • The Flag Coffee, Coffee Shop Sekaligus Coworking Space dan Meeting Room di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi
  • Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Piala Adhi Praya, Setahun Langkah, Seribu Harapan Pemerintahan Prabowo-Gibran

Komentar Terbaru

  • Nunik Utami on Komik “Maher Zain – Cinta dari Timur” (Sahabat Ufuk, 2012)
  • Syarifah Nadia on Komik “Maher Zain – Cinta dari Timur” (Sahabat Ufuk, 2012)
  • April Hamsa on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Novitania on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
  • Ninin Rahayu Sari on Kipas Angin Raksasa Muncul di Tengah Kota
Copyright © 2026 Nunik Utami · Part of Blogger Perempuan. built on the Genesis